13th days film

Thirteen days adalah sebuah film yang menceritakan mengenai peristiwa menegangkan selama 13 hari, yang mana merupakan salah satu peristiwa perang dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Peristiwa ini lazim disebut “The Cuban Missile Crisis”. Kejadian ini dipicu tindakan Uni Soviet yang mana atas izin Fidel Castro, menempatkan sejumlah misil balistik di Cuba. Tentu saja hal ini membuat Amerika Serikat khawatir. Tindakan Uni Soviet tersebut dianggap mengancam kepentingan nasional tertinggi negara mereka. Diketahui bahwa rudal – rudal tersebut dapat mencapai kota kota besar di AS dalam waktu singkat. Diperkirakan dalam 5 menit, bisa membunuh 80 juta warga Amerika Serikat. Singkat cerita, Presiden AS saat itu, John F. Kennedy, bersama staf stafnya segera memikirkan bagaimana mengahadapi tingkah laku Uni Soviet tersebut. Beberapa pilihan keputusan bermunculan, akan tetapi mereka harus segera menemukan cara yang tepat dalam waktu cepat. Di butuhkan pilihan yang rasional dalah peristiwa ini.

Pada awal perundingan bersama jajaran jajarannya, terdapat 2 pilihan kebijakan yang diajukan oleh salah satu staf, yaitu dengan tekanan dan aksi internasional sampai Uni Soviet menyerah atau dengan serangan udara. Saat itu J.F.K mempertimbangkan untuk menyerang Uni Soviet, akan tetapi kenny o’donnel berpendapat hal itu akan memaksa AS berperang. Rasionalisasinya, bila AS membunuh banyak orang Rusia, maka Uni Soviet akan menyerang Berlin, dan bila Berlin diserang, NATO pasti dilibatkan, sehingga berperanglah mereka. Setelah perdebatan itu, Bobby memberi usul untuk mengumpulkan tokoh tokoh utama tiap departemen, disebut EXCOM. Pertemuan ke 2, pendapat kepala staf gabungan adalah mengadakan invasi. Alasan mereka, serangan udara meluas tidaklah cukup, harus dilanjutkan dengan serangan udara versi penuh OPLAN 316. Selain yakin rudal akan tersingkir semua, Fidel Castro pun bisa digulingkan. Pada akhirnya terdapat 3 pilihan dalam pertemuan tersebut. Pertama, serangan udara terbatas terhadap rudal – rudal Uni Soviet. Kedua, Serangan udara lebih luas terhadap pertahanan udara mereka. Ketiga, invasi. Pilhan pertama jelas ditempuh. Pada pertemuan ke 3, pilihan selanjutnya adalah blokade Kuba. Namun blokade diperkirakan akan menghilangkan kejutan strategis. Pertemuan ke 4, dihasilkan 3 pilihan, karantina, serangan udara, atau perundiangan lewat PBB. Kennedy bersaudara tidak ingin memilih serangan udara karena hal itu akan mengantarkan AS pada perang besar, sedangkan para jenderal militer memang menginginkan hal tersebut. Tidak dapat dipungkiri bahwa militer AS ingin balas dendam terhadap kekalahan mereka di teluk babi. Setelah 4 pertemuan tersebut, akhirnya presiden mengumumkan 3 pilihan kebijakan pada rakyat Amerika. Pertama, menghentikan pembangunan ofensif dengan dilaksanakan karantina ketat pada semua peralatan militer ke kuba. Kedua, pengintaian terhadap Kuba dan pembangunan militernya ditingkatkan. Ketiga, serangan rudal terhadap negara barat manapun akan mengakibatkan serangan balasan terhadap Uni Soviet. Sejak saat itu, karantina diberlakukan.

Namun recana tersebut tidak selamanya mulus. Suatu surat kabar memberitakan blok Uni Soviet memperketat kewaspadaan serta datangnya surat yang disinyalir dari Nikita Kurchev yang isinya ajakan perundingan. 28 Oktober 1962, Khruschev menyatakan bahwa Uni Soviet bersedia memindahkan nuklirnya asalkan AS berjanji tidak akan menyerbu Kuba. Ada saran untuk menukar misil di kuba dengan misil di Turki. Dan akhirnya Presiden memrintahkan mempersiapkan serangan udara. Namun o’donnel berpendapat apabila rudal turki di tukar dengan rudal kuba, Uni Soviet akan terus menekan Amerika Serikat yang akhirnya perang tak terelakkan. Saat itu, Uni Soviet berasumsi bahwa Amerika menginginkan perang, padahal tidak.

Peristiwa ini berakhir di meja perundingan antara Bobby dan wakil dari Uni Soviet. Yang mana AS menjanjikan jaminan pribadi bahwa rudal di Turki akan ditarik, namun 6 bulan mendatang dan kesepakatan tersebut tidak diumumkan dalam bentuk apapun. Langkah tersebut ternyata berhasil. PM Kurchev pada hari ke 13 mengirim pesan pada Presiden John F.Kennedy bahwa Uni Soviet akan menghentikan pembanguna instalasi di Kuba, pelucutan senjata di Kuba berikut pengembalian senjata tersebut ke Uni Soviet. Disimpulkan, Amerika Serikat berhasil menghindari perang dan keamanan nasionalnya terjaga.

–tugas mata kuliah Metode Ilmu Politik, Hubungan Internasional UMY-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: