kerjasama antara Indonesia dan Uni Eropa

HUBUNGAN PERDAGANGAN

Dalam pembukaan UUD 1945 dijelaskan bahwa penyelenggaraan hubungan luar negeri dan politik luar negeri bertujuan untuk mewujudkan cita-cita bangsa indonesia yaitu melindungi kepentingan bangsa dan negara, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara, dan ikut serta dalam melaksanakan ketertiban dunia. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka pelaksanaan politik luar negeri RI berdasarkan kepada kepentingan nasional, menitikberatkan pada solidaritas antar bangsa berkembang, mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa, menolak penjajahan dalam segala bentuk serta meningkatkan kemandirian bangsa dan kerjasama internasional bagi kesejahteraan rakyat1.

Uni Eropa adalah organisasi yang terdiri dari negara-negara di Eropa, yang sangat mengedepankan bidang ekonomi. UE dibentuk pada tahun 1992 berdasarkan Treaty of Maastrich. Dalam kajiannya UE menginginkan organisasi ini berkembang menjadi sebuah negara, dan salah satu pilar utama nya adalah kerjasama ekonomi dan mata uang eropa ( Economic and Monetary Union). Faktanya terciptanya Euro menjadi mata uang tunggal di Eropa yang telah berjalan selama 8 tahun sejak 1 januari 2002. Kemudian uni eropa memberlakukan pasar tunggal eropa (single market).

Indonesia yang dalam upayanya mewujudkan tujuan dari hubungan luar negeri dengan uni eropa, melakukan penanaman modal yang diharapkan akan meningkat dimasa yang akan datang. Negara-negara di Uni Eropa yang menjadi investor utama di Indonesia adalah inggris, jerman, belanda, denmark, dan italy, terutama inggris, belanda, dan jerman pada jangka waktu 1999 – 2003, memberikan peran yang penting dalam penanaman modal ini, dan telah berkembang positif bagi indonesia.

Hubungan antara Indonesia dan Uni Eropa telah berlangsung semenjak tahun 1967, kala itu uni eropa masih dalam bentuk masyarakat ekonomi eropa (european economic community). Pada awalnya hubungan ini tidak berlangsung baik karena masa itu uni eropa tengah giat dalam usaha nya memperluas anggota uni eropa sejak tahun 1957, hingga pada akhirnya tercapailah cita-cita the founding father tersebut untuk menyatukan negara-negara di eropa bawah payung UE (UE-29). Dan uni eropa kala itu sangat memprioritaskan kepentingan bersama negara-negara yang tergabung. Hingga kini negara yang menjadi anggota uni eropa adalah 27 negara. Hal ini dapat menjadi ketakutan juga bagi Indonesia dalam hubungannya dengan uni eropa, karna masalah yang akhir-akhir ini menimpa Indonesia, banyaknya teroris yang bersarang di Indonesia, dalam usaha perbaikan bidang ekonomi, juga jalannya demokrasi. Diharapkan kelak uni eropa dapat menjadi investor yang baik bagi indonesia dalam meningkatkan perdagangan.

Indonesia, negara dengan salah satu predikat berpenduduk banyak, saat ini bukan lah menjadi salah satu mitra dagang yang utama bagi uni eropa, seperti amerika, china, swiss, rusia atau jepang, Karena tercatat pada tahun 2004 pangsa impor UE dari Indonesia yaitu sebesar 1,0%. Tapi pada tahun itu Indonesia perlu sedikit bangga, karena indonesia mendapat urutan 3 besar yang memperoleh fasilitas pengurangan bea masuk melalui skema Generalized System of Preference (GSP) UE yang diberikan kepada 178 negara berkembang. Dalam upaya memperat kerjasama ini perlu bagi indonesia dalam pendekatan terhadap negara-negara baru dalam uni eropa. Mengingat negara-negara baru tersebut juga merupakan negara berkembang yang dianggap membutuhkan komoditi dari indonesia yang harganya relatif lebih murah dibanding negara-negara di Eropa. Oleh karena itu indonesia harus melihat dari berbagai celah agar mendapat akses dalam memajukan hubungan perdagangan dengan uni eropa.

Pada tahun 2005, berdasarkan laporan eurostat juli 2005 nilai perdagangan indonesia- uni eropa tercatat sebagai berikut:

  1. Impor uni eropa ke indonesia periode januari – april 2005 berjumlah sebesar € 3,3 milyar, meningkat 10% jika dibandingkan dengan impor pada periode yang sama pada tahun 2004, yang berjumlah sebesar € 3 milyar.
  2. Ekspor indonesia ke uni eropa pada periode januari – april 2005 berjumlah sebesar € 1,39 milyar, turun 4,2% jika dibandingkan dengan ekspor periode yang sama ditahun 2004 yang berjumlah sebesar € 1,42 milyar.
  3. Neraca perdagangan uni eropa – indonesia pada periode januari – april naik sebesar 18,8% dibanding pada tahun 2004 pada periode yang sama.


Pada tahun 2009, dalam bidang perdagangan uni eropa dan indonesia mengalami peningkatan. dengan rata-rata pertumbuhan 6% per tahun antara tahun 2004 dan 2008, dan sebuah rekor arus perdagangan yang hampir mencapai € 20 miliar pada tahun 2008. Pada tahun 2009, volume perdagangan menurun menjadi € 17 miliar karena adanya penurunan permintaan di Uni Eropa dan Indonesia dikarenakan meluasnya krisis ekonomi global. Namun demikian, pasar Uni Eropa cukup mampu bertahan dibandingkan dengan pasar-pasar di Asia lainnya, dimana ekspor secara signifikan berada di bawah level tahun 2008. Indonesia terus melaporkan surplus yang stabil dalam perdagangannya dengan Uni Eropa, yaitu sekitar € 6-7 miliar pada tahun terkhir. Bagi indonesia, uni eropa adalah mitra dagang terbesar ke-4 dimana uni eropa memberikan sekitar 10% jumlah perdagangan indonesia pada tahun 2008.

Kemudian dilihat dari sektor impor dan ekspor uni eropa dari indonesia mengalami fluktuasi. Dalam beberapa bidang bidang seperti pertanian mengalami peningkatan di tiap tahun nya, hal ini berdasarkan grafik eurostat, sedangkan dalam barang setengah jadi buatan pabrik lainnya mengalami penurunan selama beberapa tahun terakhir.

Komoditi ekspor uni eropa ke indonesia didominasi oleh mesin-mesin dan peralatan transportasi yaitu sebesar sekitar 50% dari total ekspor UE. Selain mesin-mesin dan peralatan transportasi masih ada sektor lainya seperti bahan kimia, dan barang manufaktur yang menunjukan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun.

Dijaman yang semakin modern ini, perdagangan tidak hanya seputar barang – barang akan tetapi kebutuhan akan jasa juga telah menjadi sebuah kebutuhan masyarakat modern yang makin hari makin disibukan oleh banyaknya aktivitas. Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan perekonomian indonesia, terjadi peningkatan permintaan terhadap jasa, misalnya dibidang jasa keuangan, transportasi, dan jasa – jasa professional lainya.

Integrasi pasar internal Uni Eropa erupakan peluang pasar yang sangat menjanjikan bagi ekspor barang – barang produksi indonesia, mengingat indonesia mempunyai potensi sumber daya alam melimpah untuk bahan baku industri, produk industri dengan nilai jual yang bersaing di pasar internasional.

Oleh karena itu, upaya untuk memperluas peluang kerjasama ekonomi perdagangan Indonesia – Uni Eropa memerlukan suatu tindakan yang inovatif yang dilakukan secara kolektifitas serta besrsifat lintas kelembagaan terpadu yang melibatkan sebanyak mungkin unsur pelaku bisnis dan investasi.

Optimalisasi kerjasama ekonomi dan perdagangan RI – UE dirasakan perlu, mengingat beberapa tahun terakhir ini arus investasi dan volume perdagangan RI – UE mengalami fluktuasi atau ketidaktetapan nilai. Fluktuasi tersebut antara lain disebabkan oleh faktor dari UE sendiri antara lain seperti pengenaan ‘non tarif barrier’ yang diterapkan oleh otoritas UE. Untuk mengatasi hal tersebut dari segi kepentingan internal indonesia antara lain perlu segera dilakukan pembenahan domestik sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing pasar investasi RI, diantaranya melaului peningkatan good-governance, transparancy, perbaikan kebijakan ekonomi nasional, dan desentralisasi yang dapat meningkatkan ekonomi biaya tinggi, serta pengesahan RUU investasi. Khusus di sektor investasi upaya indonesia untuk mendorong peningkatan volume investasi UE kiranya harus pula didukung oleh penyesuaian antara daya dukung sumber daya alam yang ada dengan minat investor UE.

KERJASAMA BUDAYA

Kerjasama pariwisata, budaya dan people to people contact semakin meluas dengan rencana dibentuknya Pusat Kebudayaan Indonesia di Brussel, Februari 2010. Pusat Kebudayaan Indonesia yang pertama didirikan di jantung Uni Eropa ini, akan menjadi cikal bakal guna menggelar pusat pelatihan gamelan, tarian daerah, bahasa (Indonesia), dan pengajaran membatik. Pusat kebudayaan ini juga akan mengenalkan masakan Indonesia pada para siswa sekolah dan khalayak umum masyarakat Eropa di Belgia, yang akan dikelola secara melembaga oleh KBRI Brussel.

Duta Besar RI untuk Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa, Nadjib Riphat Kesoema meresmikan Pusat Budaya Indonesia pertama di Eropa di Boulevard de la Woluwe 38 Brussel-Belgia. Dalam acara pembukaan hadir Dubes ASEAN, Jepang, Eropa, anggota parlemen Uni Eropa, pimpinan lembaga sosial-budaya, museum, sineas dan kalangan wartawan Belgia.

Menurut PLE Priatna, Lembaga Pusat Budaya Indonesia Brussel yang menaungi kegiatan lengkap kesenian, bahasa, kuliner, film dan diskusi budaya ini adalah yang pertama dibentuk di Eropa. Gagasan berdirinya Pusat Kebudayaan Indonesia di jantung Uni Eropa ini akan memperkuat hadirnya Taman Indonesia di Parc Paradisio-Belgia. Taman tersebut seluas 6 hektar yang akan menjadi show case permanen promosi Indonesia. Show case tersebut berupa taman yang menampilkan deretan Pura Bali sebesar ukuran sesungguhnya, deretan rumah adat Timor, Toraja, Replika Borobudur dan Candi Prambanan serta hadirnya sepasang Gajah Sumatra hasil kerjasama program breeding loan antara RI dan Belgia, yang akan menguatkan ikon keindonesiaan di Eropa ini semakin bertambah.

Dubes RI Brussel, Nadjib Riphat Kesoema mengatakan Lembaga Pusat Budaya Indonesia di Brussel akan menjadi jembatan kegiatan, tidak hanya mengenal budaya, kesenian dan bahasa tapi juga melihat dari dekat kemajuan Indonesia secara luas.

Acara inagurasi Pusat Budaya dan Promosi Indonesia, di gedung berlantai tiga di jantung Boulevard de Woluwe 38 Brussel ini diisi serangkaian pagelaran kesenian, pameran dan demo membatik, konser Angklung, pameran kerajinan dan makanan jadi dari Indonesia serta sederet stand sate ayam, nasi goreng, mie goreng dan cendol.

Sineas lepas asal Perancis yang membuat film dokumenter Indonesia, di tengah acara pagelaran, Allain Woodey, mengatakan pusat budaya Indonesia sebagai instrumen memperluas jangkauannya kepada publik Eropa merupakan gagasan luar biasa dan KBRI Brussel telah memulainya.

Pusat Budaya Indonesia ini akan diisi kegiatan pelatihan (gamelan Bali dan tari), kursus bahasa Indonesia, kursus membatik, kursus memasak, Angklung, resep Indonesia, pagelaran kesenian, diskusi budaya dan juga diisi ruang display produk berbasis budaya maupun produk ekspor ke manca negara.

KEPENTINGAN INDONESIA TERHADAP UNI EROPA

Hubungan bilateral antara Indonesia dan Uni eropa masih terus berlangsung, bahkan meningkat. Akan tetapi perlu diingat bahwa perkembangan hubungan Indonesia dan Uni eropa tak bisa dilepaskan dari dinamika yang terjadi di masing masing pihak. Dalam hubungan Indonesia dan Uni Eropa, terdapat beberapa tema pokok yang menjadi prioritas bagi Indonesia, yakni: PCA (Partnership Cooperation Agreement), kasus pelarangan terbang maskapai Indonesia, CSP (Country Strategy Paper) dan kondisi perdagangan dan investasi secara bilateral Indonesia dan Uni Eropa. Dari tema tema diatas, bidang politik, perdagangan, dan sosial budaya adalah kerjasama yang cukup menguntungkan bagi Indonesia.

Kasus Aceh bisa kita ambil contoh sebagai salah satu keuntungan Indonesia bekerja sama dengan uni eropa. Uni Eropa bisa dikatakan memberikan keuntungan cukup banyak bagi Indonesia. Diantaranya Uni Eropa cukup tanggap dalam membantu menangani bencana tsunami di Aceh dan Nias tahun 2005. Uni eropa juga turut mendukung proses terciptanya perdamaian di Aceh. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh wakil dari Pemerintah Indonesia dan GAM di Helsinki, Finlandia, tanggal 15 Agustus 2005. Tak hanya itu, di Aceh, Uni eropa mencoba memasukkan dirinya dalam ranah politik yang cukup membantu Indonesia, yaitu dengan mengirimkan EU – Election Observation Mission (EOM) sebagai partisipasi dalam pemantauan Pilkada Aceh tanggal 11 Desember 2005.

Bahkan, pada tahun 2009 Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa melakukan penandatanganan perjanjian PCA Indonesia-Troika Uni Eropa dengan Menlu Swedia Carl Bildt, yang juga menjabat sebagai ketua dewan Uni Eropa sedangkan dari Troika Uni Eropa direpresentasikan oleh Karel Kovanda dan Helga Schimd, direktur kebijakan sekretariat dewan Uni Eropa. Perjanjian ini mencakup masalah isu penting baik global maupun regional yang bisa meningkatkan hubungan bilateral kedua belah pihak. Keuntungan yang bisa diambil dari perjanjian ini adalah Indonesia dapat melebarkan sayap untuk melakukan kerja sama dengan seluruh forum kawasan internasional. Tak hanya itu, Indonesia juga dapat mengembangkan perdagangan dan investasi demi keuntungan bersama. Perjanjian ini juga membantu Indonesia menangani isu migrasi termasuk migrasi legal dan ilegal serta penyelundupan dan penjualan manusia.

Dalam bidang perdagangan, Uni Eropa cukup berperan penting meningkatkan ekonomi Indonesia. Kekuatan kerjasama tersebut adalah pada segi ekspor dan penanaman modal asing. Bagi Indonesia, Uni Eropa merupakan pasar yang cukup menjanjikan. UE adalah pasar utama terbesar bagi Indonesia setelah Amerika Serikat dan Jepang. Ekspor Indonesia ke Uni Eropa pada tahun 2008 tercatat sebesar 15,45 milyar dollar AS, sedangkan impor Indonesia dari Uni Eropa pada tahun 2008, tercatat sebesar US$ 10,5 milyar dollar AS. Untuk urusan penanaman modal asing, Uni Eropa adalah pasar penting dan salah satu sumber penanaman modal asing utama di Indonesia. Perdagangan bilateral kedua negara pada tahun 2008 mencapai USD 28,20 milyar dan terus menunjukkan kecenderungan peningkatan dari tahun ke tahun.

Kerja sama Indonesia dan Uni Eropa bukan hanya pada bidang perdagangan, akan tetapi juga menyangkut masalah pendidikan. Dalam hal ini, Uni Eropa memberikan keuntungan tak sedikit untuk Indonesia. Berita terbaru, Indonesia dan Uni Eropa melakukan penandatanganan fase pertamapada tanggal 25 mei 2010 untuk program baru yaitu “Program Dukungan Sektor Pendidikan” sebesar 200 juta euro (Rp2,4 triliun). Yang perlu untuk dicatat, kenapa hal tersebut menguntungkan bagi Indonesia adalah karena program tersebut merupakan program hibah, bukan termasuk dalam hutang luar negeri. Sebelumnya Uni eropa telah membantu sektor pendidikan termasuk dalam pengembangan pendidikan tinggi. Bantuan tersebut terwujud dalam Program Asia link tahun 2002. program ini membantu perguruan tinggi untuk lebih meningkatkan kualitas pendidikannya baik dari sisi pendidik maupun yang dididik. Contohnya adalah dengan memperbaharui mata kuliah dan kurukulumnya. Selain itu, uni Eropa pada tahun 2004 juga telah menyediakan program Erasmus Mundus, yang sampai saat ini telah memberikan kesempatan 241 mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan mereka di tingkat S-2, dua orang kandidat S-3, serta 16 dosen mengembangkan kemampuan mengajar mereka di Uni Eropa.

Keuntungan selanjutnya, Indonesia bisa lebih mengembangkan kestabilan negara serta menunjukkan pada negara – negara di kawasan bahwa Indonesia bisa diperhitungkan sebagai mitra penting. Hal tersebut terwujud dengan terciptanya common agenda yang memperkuat hubungan kerjasama bilateral yang saling menguntungkan kedua pihak.

Dalam bidang politik, Uni Eropa cukup memberikan dukungan dan perhatian. Perhatian yang diberikan selama ini adalah menyangkut masalah demokrasi, pengelolaan pemerintahan yang baik, dan penegakan HAM. Untuk bidang pertahanan, Uni Eropa mendukung Indonesia dalam penanganan terorisme.

Bagi Indonesia, yang selalu mengedepankan multikulturalisme, Uni Eropa dipandang sebagai mitra penting. Keinginan Uni Eropa untuk meluaskan pengaruhnya dalam bidang politik di wilayah Asia Tenggara khususnya negara – negara ASEAN, menjadikan Indonesia cukup dipercaya untuk memelihara stabilitas dan keamanan di kawasan. Hal tersebut dapat meningkatkan pengaruh Indonesia di Asia tenggara.

Di bawah ini adalah proyek proyek bantuan Uni Eropa di Indonesia :

  1. Clean Batik Initiative of the Regional Programme on Sustainable Consumption and Production (Switch Asia)

http://www.switch-asia.eu/switch-projects/project-progress/projects-on-improving-production/clean-batik-initiative.html

  1. Comprehensive HIV/AIDS programme in Banceuy narcotics prison

http://ec.europa.eu/europeaid/documents/case-studies/indonesia_hiv_banceuy_en.pdf

  1. Aceh Forest and Environment Project – Indonesia

http://ec.europa.eu/europeaid/documents/case-studies/indonesia_forestry_aceh_nias_en.pdf

  1. Community-Based Settlement Rehabilitation and Reconstruction project for NAD and Nias – Indonesia

http://ec.europa.eu/europeaid/documents/case-studies/indonesia_infrastructure_aceh_nias_en.pdf

Itulah beberapa keuntungan yang diperoleh Indonesia dari kerjasama dengan uni Eropa. Diharapkan kerjamasa tersebut akan semakin meningkat dari tahun – ke tahun, sehingga kerjasama kedua belah pihak dapat mencakup semua aspek kenegaraan.

-mata kuliah politik pemerintahan uni eropa, Hubungan Internasional UMY, disusun bersama 5 orang-

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: